Pola Asuh Otoriter, Permisif, atau Win-Win?

Ronal Hutagalung

perbandingan pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan win-win
perbandingan pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan win-win

Smart Parents, pernahkah Anda tegas sekali di pagi hari, lalu serba membolehkan di malam hari? Pagi hari Anda berkata, “Pokoknya sekarang mandi. Titik.” Malamnya, karena lelah, Anda berkata, “Ya sudah deh, main saja terus.” Tanpa sadar, kita sedang berayun antara pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.

Thomas Gordon, penulis Parent Effectiveness Training, menyebut keduanya sebagai Metode I dan Metode II. Menurutnya, hanya ada satu metode yang tidak merusak hubungan, yaitu Metode III atau win-win.

Artikel ini membantu Anda mengenali metode mana yang paling sering Anda pakai.

Metode I: Orang Tua Menang, Anak Kalah

Dalam metode ini, orang tua memakai kuasa, posisi, atau ancaman hukuman. Kalimat khasnya terdengar seperti ini: “Pokoknya sekarang tidur. Titik.”

Sekilas, metode ini terlihat efektif. Anak memang menurut. Namun, ia menurut karena takut, bukan karena paham.

Akibatnya, muncul tiga dampak jangka panjang. Pertama, anak memendam marah, bahkan dendam. Kedua, ia hanya patuh saat orang tua mengawasi. Ketiga, anak tidak belajar memecahkan masalah sendiri.

Metode II: Anak Menang, Orang Tua Kalah (Pola Asuh Permisif)

Metode kedua adalah kebalikannya. Orang tua menyerah agar konflik cepat selesai. Kalimat khasnya, “Ya udah deh, main aja terus…”

Inilah wajah pola asuh permisif. Biasanya, orang tua memilih cara ini saat sedang lelah, merasa bersalah, atau tidak ingin anak menangis.

Sayangnya, dampaknya juga tidak ringan. Anak belajar bahwa batas bisa ditawar dengan rengekan. Lama-kelamaan, anak tumbuh egosentris dan sulit menghormati batas. Di sisi lain, orang tua menyimpan frustrasi yang suatu saat bisa meledak.

Apa Kata Riset?

Riset tentang pola asuh mendukung pengamatan Gordon. Psikolog Martin Pinquart menganalisis lebih dari seribu studi tentang pola asuh. Hasilnya, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif sama-sama berkaitan dengan lebih banyak masalah perilaku pada anak.

Sebaliknya, pola asuh yang hangat tetapi tetap punya batas jelas memberi hasil paling baik. Pola inilah yang paling dekat dengan Metode III.

Metode III: Win-Win, Keduanya Menang

Dalam metode ketiga, orang tua dan anak mencari solusi bersama. Kalimat khasnya, “Kita cari solusi yang oke buat Bunda dan buat kamu.”

Metode ini bersifat kolaboratif. Kebutuhan kedua pihak sama-sama didengar, lalu keduanya mencari jalan bersama.

Hasilnya jauh berbeda. Anak patuh karena paham, bukan karena takut. Hubungan orang tua dan anak pun makin kuat. Selain itu, anak belajar keterampilan memecahkan masalah yang akan ia pakai seumur hidup.

Langkah lengkapnya sudah kami bahas dalam artikel win-win resolution.

Cek Diri: Metode Mana yang Paling Sering Anda Pakai?

Coba jawab pertanyaan berikut dengan jujur.

  • Saat terburu-buru, apakah Anda cenderung memaksa? Itu tanda Metode I.
  • Ketika lelah, apakah Anda cenderung mengalah? Itu tanda Metode II.
  • Bagaimana dengan suasana tenang? Apakah Anda sempat mengajak anak berdiskusi? Itu tanda Metode III.

Kebanyakan orang tua memakai ketiganya, tergantung situasi. Hal ini wajar. Kuncinya adalah menyadari pola kita, lalu perlahan memperbanyak Metode III.

Mulai dari Konflik yang Paling Sering Terjadi

Smart Parents tidak perlu langsung meninggalkan Metode I dan II sepenuhnya. Dalam keadaan darurat, misalnya demi keselamatan, orang tua memang perlu bertindak tegas.

Meski begitu, sebagian besar konflik sehari-hari bisa diselesaikan dengan win-win. Pilih satu konflik yang paling sering berulang, lalu coba selesaikan bersama anak saat suasana tenang.

Di Brillikids Leadership School, kami membiasakan anak untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Karena itu, kebiasaan yang sama di rumah akan membuat hasilnya jauh lebih kuat.

Pada akhirnya, menghindari pola asuh otoriter dan pola asuh permisif bukan soal menjadi orang tua yang sempurna. Ini soal memilih cara yang membuat hubungan dengan anak tetap utuh.

Artikel Terkait