Mengapa Parenting yang Sehat adalah Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak

Ronal Hutagalung

parenting yang sehat sebagai investasi masa depan anak
parenting yang sehat sebagai investasi masa depan anak

Smart Parents, banyak dari kita rela berinvestasi besar untuk pendidikan anak. Kita memilih sekolah terbaik, les tambahan, dan berbagai kursus. Semua itu penting. Namun, ada satu investasi yang sering terlupa, padahal hasilnya bertahan seumur hidup, yaitu parenting yang sehat.

Parenting yang sehat bukan soal menjadi orang tua sempurna. Ini soal membangun hubungan yang hangat, saling menghormati, dan penuh komunikasi. Lalu, apa sebenarnya yang anak bawa dari hubungan seperti ini sampai ia dewasa?

Apa Kata Riset tentang Parenting yang Sehat?

Para peneliti sudah lama mempelajari dampak cara orang tua mengasuh anak. Hasilnya cukup konsisten.

Pertama, program pelatihan orang tua seperti kelas orangtua pembelajar brillikids terbukti membantu menurunkan risiko kekerasan terhadap anak. Beberapa studi yang merangkum banyak penelitian sekaligus, menemukan hasil serupa. Orang tua yang belajar cara berkomunikasi dan mengelola konflik cenderung lebih jarang memakai kekerasan.

Kedua, pola asuh yang hangat tetapi tetap punya batas jelas berkaitan dengan risiko penyalahgunaan napza yang lebih rendah pada remaja. Diana Baumrind menemukan hal ini dalam penelitiannya tentang pola asuh dan perilaku remaja.

Ketiga, Harvard Study of Adult Development telah mengikuti ratusan orang selama lebih dari 80 tahun. Studi ini menemukan bahwa kualitas hubungan adalah salah satu penentu terkuat kebahagiaan dan kesehatan di masa dewasa.

Tiga Bekal yang Anak Bawa Hingga Dewasa

1. Kecerdasan Emosional

Saat orang tua menamai dan menghargai perasaan anak sejak kecil, anak belajar mengenali emosinya sendiri. Lambat laun, ia juga belajar mengatur dan mengungkapkan emosi dengan sehat.

Psikolog John Gottman menyebut pola asuh ini sebagai emotion coaching. Dalam penelitiannya, anak dari orang tua yang peka terhadap emosi cenderung lebih mampu menenangkan diri. Mereka juga lebih mudah berteman dan lebih fokus saat belajar.

Kebiasaan sederhana seperti mendengar aktif adalah cara melatih kecerdasan emosional ini setiap hari.

2. Kemampuan Memecahkan Masalah Sendiri

Anak yang terbiasa ikut mencari solusi win-win belajar satu hal penting. Konflik bukan ajang menang-kalah, melainkan masalah yang bisa kita selesaikan bersama.

Keterampilan ini akan terbawa ke banyak bagian hidupnya. Misalnya, saat ia berselisih dengan teman, menghadapi rekan kerja, atau membangun rumah tangga kelak.

3. Rasa Aman dalam Hubungan

Anak yang merasa didengar di rumah akan tumbuh dengan rasa aman. Psikolog John Bowlby dan Mary Ainsworth menyebutnya secure attachment atau kelekatan yang aman.

Kelekatan yang aman menjadi landasan bagi hubungan yang sehat sepanjang hidup. Anak dengan kelekatan aman cenderung lebih percaya diri menjelajahi dunia. Sebab, ia tahu ada tempat aman untuk kembali.

Investasi Kecil, Hasil Jangka Panjang

Kabar baiknya, investasi ini tidak membutuhkan biaya besar. Anda hanya perlu waktu, kesabaran, dan kemauan untuk belajar.

Misalnya, luangkan lima belas menit setiap hari untuk mengobrol tanpa gawai. Kemudian, latih satu skill komunikasi setiap minggu, seperti mendengar aktif atau i message. Selain itu, ajak anak menyelesaikan satu konflik kecil dengan cara win-win.

Hasilnya memang tidak langsung terlihat. Namun, seperti investasi pada umumnya, nilainya terus tumbuh seiring waktu.

Mulai Berinvestasi Hari Ini

Smart Parents tidak perlu menunggu waktu yang sempurna. Mulailah dari satu kebiasaan kecil hari ini.

Di Brillikids Leadership School, kami percaya pendidikan terbaik lahir dari kerja sama sekolah dan rumah. Karena itu, kami terus mengajak orang tua belajar bersama, agar anak tumbuh menjadi pemimpin yang cerdas secara emosional.

Pada akhirnya, parenting yang sehat adalah warisan yang tidak bisa hilang. Nilai rapor bisa berubah, tetapi cara anak memandang dirinya dan orang lain akan ia bawa seumur hidup.

Artikel Terkait