Smart Parents, dunia kerja anak kita kelak akan sangat berbeda dari dunia kerja kita hari ini. Mesin akan mengambil alih banyak pekerjaan rutin. Karena itu, kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu bekal terpenting. Kabar baiknya, kreativitas anak bukan bakat bawaan semata. Kita bisa melatihnya, dan rumah adalah tempat terbaik untuk memulainya.
Partnership for 21st Century Learning (P21), sebuah lembaga pendidikan di Amerika Serikat, memasukkan kreativitas dan inovasi ke dalam keterampilan utama abad 21. Mereka membaginya menjadi tiga bagian, yaitu berpikir kreatif, berkarya kreatif bersama orang lain, dan mewujudkan inovasi.
Mari kita bahas satu per satu, lengkap dengan cara melatihnya di rumah.
1. Berpikir Kreatif
Menurut kerangka P21, anak yang kreatif mampu menghasilkan banyak ide. Selain itu, ia mampu mengembangkan, menilai, dan memperbaiki idenya sendiri.
Perlu kita pahami, ide kreatif tidak selalu harus spektakuler. Ada ide yang hanya memperbaiki sedikit hal yang sudah ada. Ada juga ide yang benar-benar baru. Keduanya sama-sama berharga.
Cara melatihnya di rumah
- Main “100 kegunaan”. Ambil benda sederhana, misalnya sendok. Lalu, tantang anak menyebutkan sebanyak mungkin kegunaannya. Semakin aneh, semakin seru.
- Brainstorming tanpa menilai. Saat mencari ide liburan atau menu makan malam, tulis semua usulan anak lebih dulu. Baru setelah itu, pilih bersama.
- Ajak anak memperbaiki karyanya. Setelah anak menggambar, tanyakan, “Kalau kamu buat lagi, apa yang ingin kamu ubah?”
Pertanyaan terakhir ini penting. Kreativitas bukan hanya soal memunculkan ide, tetapi juga soal mengasah ide sampai lebih baik.
2. Berkarya Kreatif Bersama Orang Lain
Kreativitas jarang tumbuh sendirian. Karena itu, P21 menekankan kemampuan menyampaikan ide kepada orang lain dan terbuka pada sudut pandang yang berbeda.
Selain itu, anak juga perlu belajar menerima masukan dari kelompok. Ide terbaik sering lahir dari gabungan beberapa ide.
Cara melatihnya di rumah
- Proyek keluarga. Ajak anak dan saudaranya membuat sesuatu bersama, misalnya pertunjukan boneka atau kebun kecil.
- Latih anak menjelaskan idenya. Tanyakan, “Coba ceritakan, bagaimana cara kerja penemuanmu?”
- Biasakan menghargai ide orang lain. Saat saudaranya mengusulkan sesuatu, ajak anak mencari sisi baiknya lebih dulu sebelum mengkritik.
3. Menjadikan Kegagalan Bagian dari Proses
Bagian ini mungkin paling penting. P21 menegaskan bahwa kreativitas adalah proses panjang. Di dalamnya ada banyak keberhasilan kecil, tetapi juga banyak kesalahan.
Sayangnya, banyak anak takut salah. Akibatnya, mereka memilih cara aman dan berhenti mencoba ide baru.
Untuk itu, tunjukkan bahwa gagal itu wajar. Misalnya, ceritakan pengalaman Anda saat mencoba resep baru yang gagal, lalu berhasil di percobaan ketiga. Selain itu, puji usaha dan keberanian anak, bukan hanya hasil akhirnya.
4. Mewujudkan Ide Menjadi Nyata
Ide yang bagus belum cukup. Anak juga perlu belajar mewujudkannya agar bermanfaat bagi orang lain. Inilah yang P21 sebut sebagai menerapkan inovasi.
Di sisi lain, anak juga perlu memahami bahwa tidak semua ide bisa langsung diterapkan. Ada batasan waktu, biaya, atau tenaga.
Cara melatihnya di rumah
- Tantang anak menyelesaikan masalah nyata. Misalnya, “Sandal di teras sering berantakan. Ada ide?”
- Dukung anak mewujudkan idenya. Jika ia ingin membuat rak sandal dari kardus, sediakan bahan dan biarkan ia mencoba.
- Evaluasi bersama. Setelah beberapa hari, tanyakan, “Rak buatanmu berhasil, nggak? Apa yang bisa diperbaiki?”
Peran Orang Tua: Memberi Ruang, Bukan Jawaban
Kreativitas anak tumbuh saat ia punya ruang untuk bereksplorasi. Karena itu, hindari terlalu cepat memberi jawaban atau mengoreksi.
Sediakan bahan sederhana di rumah, seperti kardus, kertas bekas, selotip, dan krayon. Bahan terbuka seperti ini tidak punya satu cara bermain yang benar. Dengan begitu, anak bebas menciptakan apa pun.
Terakhir, beri juga waktu luang. Anak yang jadwalnya terlalu padat jarang punya kesempatan untuk melamun dan mencipta.
Mulai Melatih Kreativitas Anak Hari Ini
Smart Parents tidak perlu menyiapkan kegiatan yang rumit. Pilih satu permainan sederhana dari artikel ini, lalu coba bersama anak akhir pekan ini.
Di Brillikids Leadership School, kami melatih keterampilan abad 21 lewat proyek, diskusi, dan kerja kelompok. Kami percaya pemimpin masa depan adalah mereka yang berani berpikir berbeda dan mampu mewujudkan idenya.
Pada akhirnya, kreativitas anak bukan soal menghasilkan karya yang sempurna. Kreativitas adalah keberanian untuk mencoba, gagal, belajar, lalu mencoba lagi.






