Bahasa Cinta Anak: 5 Cara Membuat Anak Merasa Benar-Benar Disayang

Ronal Hutagalung

bahasa cinta anak, orang tua memeluk anak
bahasa cinta anak, orang tua memeluk anak

Smart Parents, pernahkah Anda merasa sudah memberi banyak hal untuk anak, tetapi ia tetap terlihat kurang mendapat perhatian? Bisa jadi, cara kita menunjukkan sayang belum sesuai dengan cara anak menerimanya. Di sinilah konsep bahasa cinta anak bisa membantu.

Gary Chapman dan psikiater Ross Campbell memperkenalkan konsep ini dalam buku The Five Love Languages of Children. Menurut mereka, setiap anak merasakan kasih sayang lewat cara yang berbeda. Ada lima “bahasa” yang mereka tawarkan, yaitu sentuhan fisik, kata-kata penegasan, waktu berkualitas, hadiah, dan bantuan nyata.

Misalnya, kakak paling senang dengan pelukan, sedangkan adik lebih berbinar saat mendengar pujian. Keduanya sama-sama butuh kasih sayang, tetapi lewat pintu yang berbeda.

Lima Bahasa Cinta Anak dan Cara Mempraktikkannya

1. Sentuhan Fisik

Bagi sebagian anak, pelukan terasa lebih bermakna daripada hadiah apa pun. Akibatnya, tanpa sentuhan, mereka merasa ada yang kurang.

Karena itu, coba praktikkan beberapa hal sederhana berikut:

  • Duduk berdampingan saat membaca buku bersama.
  • Peluk dan cium anak kecil sesering mungkin.
  • Untuk anak yang lebih besar, beri tos, tepukan di bahu, atau rangkulan.
  • Buat salam rahasia khusus antara Anda dan anak.
  • Remas lembut tangannya tiga kali sebagai kode “aku sayang kamu”.

2. Kata-Kata Penegasan

Selain sentuhan, kata-kata juga punya kekuatan besar. Ucapan sayang, pujian tulus, dan kalimat penyemangat membuat anak merasa berharga.

Anak dengan bahasa cinta ini biasanya senang bercerita tentang apa yang ia sukai. Ia juga sering menunggu tanggapan Anda. Karena itu, kata-kata kasar akan sangat melukainya.

Untuk itu, coba beberapa cara berikut:

  • Ucapkan “Ayah sayang kamu” beberapa kali sehari.
  • Katakan, “Bunda senang lihat kamu menggambar.”
  • Hargai usahanya, bukan hanya hasilnya.
  • Saat anak berbuat salah, akui niat baiknya lebih dulu.
  • Selipkan surat kecil di kotak bekalnya.

3. Waktu Berkualitas

Sementara itu, waktu berkualitas berarti perhatian penuh untuk anak. Pesannya jelas: “Kamu penting, dan aku senang bersamamu.”

Menariknya, kegiatannya tidak harus istimewa. Yang lebih penting adalah kehadiran Anda yang utuh, tanpa gawai.

Misalnya, coba lakukan hal berikut:

  • Sisihkan waktu khusus untuk mendengarkan cerita anak.
  • Ajak anak menemani Anda berbelanja atau ke pasar.
  • Berjalan sore bersama sambil mengobrol santai.
  • Hentikan aktivitas Anda dan tatap matanya saat ia bercerita.
  • Tertawakan hal-hal lucu bersama.

Kebiasaan ini sejalan dengan mendengar aktif yang pernah kita bahas sebelumnya.

4. Hadiah

Di sisi lain, bagi sebagian anak, hadiah adalah simbol cinta. Anak seperti ini sering memberi Anda benda kecil, misalnya bunga dari halaman atau gambar buatannya sendiri.

Perlu kita bedakan dengan anak yang terus merengek minta mainan setiap ke toko. Anak dengan bahasa cinta hadiah justru senang dengan benda kecil yang bermakna.

Sebagai contoh, berikut beberapa ide hadiah sederhana:

  • Masakan atau camilan kesukaannya.
  • Album foto berisi momen spesial Anda berdua.
  • Bunga atau batu unik yang Anda temukan untuknya.
  • Buku yang bisa kalian baca bersama.
  • Bingkai foto saat ia melakukan hal yang ia cintai.

Satu hal penting, jangan jadikan hadiah sebagai bayaran atas perilaku baik. Hadiah sebagai ungkapan sayang berbeda dengan hadiah sebagai imbalan.

5. Bantuan Nyata

Kadang, saat anak minta bantuan memperbaiki mainan, ia sebenarnya sedang meminta perhatian. Bagi anak dengan bahasa cinta ini, bantuan Anda terasa sebagai bukti sayang.

Tentu saja, Anda tidak perlu menuruti setiap permintaan. Namun, tanggapi permintaannya dengan hangat. Misalnya:

  • Gendong anak kecil ke tempat tidur, lalu selimuti.
  • Bantu ia bersiap saat terburu-buru, bukan hanya menyuruhnya cepat.
  • Temani ia mengerjakan PR.
  • Sesekali, bantu ia merapikan kamar sebagai kejutan.

Bagaimana Mengenali Bahasa Cinta Anak?

Pertama, perhatikan cara anak menunjukkan sayang kepada Anda. Anak yang sering memeluk mungkin menyukai sentuhan. Sementara itu, anak yang sering memberi gambar mungkin menyukai hadiah.

Selain itu, perhatikan apa yang paling sering ia minta, dan apa yang paling membuatnya sedih saat tidak ia dapatkan.

Catatan Penting dari Riset

Konsep bahasa cinta memang populer. Namun, Smart Parents perlu tahu satu hal. Pada 2024, psikolog Emily Impett dan rekannya meninjau berbagai penelitian tentang konsep ini. Mereka menemukan bahwa bukti ilmiah untuk “satu bahasa cinta utama” masih lemah.

Temuan mereka justru menunjukkan bahwa semua orang membutuhkan kelima bentuk kasih sayang itu. Jadi, gunakan bahasa cinta anak sebagai petunjuk, bukan kotak yang membatasi. Anak yang suka pelukan tetap butuh kata-kata hangat dan waktu bersama Anda.

Mulai Hari Ini

Sekarang, pilih satu bentuk kasih sayang yang paling jarang Anda berikan minggu ini. Lalu, coba praktikkan setiap hari, dan perhatikan reaksi anak.

Di Brillikids Leadership School, kami percaya anak yang merasa dicintai tanpa syarat akan tumbuh lebih percaya diri. Rasa aman itulah yang menjadi fondasi seorang pemimpin.

Pada akhirnya, bahasa cinta anak bukan soal teknik. Ini soal kemauan kita untuk benar-benar mengenal anak, lalu menyayanginya dengan cara yang paling ia pahami.

Artikel Terkait