Membangun keselarasan kerja di dalam institusi perbankan nasional kelas kakap seperti Bank Indonesia memiliki tantangan tersendiri.
Tingkat presisi kerja yang tinggi dan beban regulasi yang ketat sering kali menciptakan sekat-sekat komunikasi antar-divisi. Ketika sekat ini dibiarkan, dampaknya langsung terasa pada kelancaran eksekusi program strategis organisasi.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bank Indonesia mempercayakan pelaksanaan Pelatihan Effective Interpersonal Relationship kepada Ronal Hutagalung.
Program ini bukan sekadar kelas teori di dalam ruangan, melainkan sebuah intervensi taktis untuk menanamkan lima pilar utama organisasi secara mendalam: Trust & Integrity, Professionalism, Excellence, Coordination & Team Work, serta Public Interest.
3 Masalah Klasik Karyawan dalam Industri Perbankan
Di balik meja kerja industri perbankan yang serba cepat, hambatan relasi antarkaryawan biasanya berakar dari tiga masalah klasik:
- Ego Sektoral: Rasa memiliki yang hanya terbatas pada target divisi sendiri, sehingga mengabaikan kelancaran alur kerja (workflow) lintas departemen.
- Sumbatan Komunikasi Vertikal: Adanya kecemasan atau jarak psikologis yang membuat umpan balik (feedback) dari bawah tidak tersampaikan secara jujur ke tingkat manajemen.
- Resistensi Terhadap Perubahan: Keengganan keluar dari zona nyaman saat sistem kerja menuntut koordinasi yang lebih dinamis.
Melalui pendekatan Transformational Coaching, Ronal Hutagalung tidak memosisikan diri sebagai pengajar yang mendikte, melainkan sebagai fasilitator yang membongkar mental block peserta.
Setiap sesi diisi dengan simulasi interaktif yang dirancang khusus untuk merefleksikan situasi kerja nyata di Bank Indonesia.
Peserta diajak mengalami langsung bagaimana sebuah pesan yang terdistorsi dapat mengacaukan hasil kerja tim, lalu bersama-sama merumuskan solusinya.
Fokus utama dari pelatihan ini bermuara pada tiga transformasi penting:
- Membangun Kepercayaan (Trust Building): Menghilangkan rasa curiga antar-anggota tim untuk mempercepat proses pengambilan keputusan.
- Koordinasi Tanpa Sekat: Mengikis mentalitas silo agar setiap bagian berfungsi sebagai satu kesatuan yang utuh demi mencapai visi institusi.
- Profesionalisme Berbasis Ownership: Menyadarkan setiap personel bahwa kualitas hubungan interpersonal mereka berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik yang dihasilkan oleh Bank Indonesia.
Hasil akhir dari program ini bukan sekadar lembaran sertifikat, melainkan terciptanya komitmen kolektif untuk membangun lingkungan kerja yang lebih terbuka, adaptif, dan solid.
Apakah korporasi, institusi BUMN, atau organisasi Anda saat ini sedang menghadapi tantangan koordinasi dan ego sektoral yang serupa?
Hadirkan perubahan nyata dan bangun budaya kerja yang kolaboratif langsung di tim Anda.
Konsultasikan Program Pelatihan & Jadwal Bersama Ronal Hutagalung di Sini.

Tinggalkan komentar
Anda harus masuk untuk berkomentar.