7 Cara Membuat Anak Berani Mencoba Hal Baru

Ronal Hutagalung

anak berani mencoba hal baru bersama orang tua
anak berani mencoba hal baru bersama orang tua

Smart Parents, pernahkah anak berkata, “Aku nggak bisa,” bahkan sebelum mencoba? Banyak anak menolak hal baru karena takut gagal. Padahal, keberanian mencoba adalah bekal penting untuk belajar seumur hidup. Kabar baiknya, kita bisa membantu anak berani mencoba hal baru lewat kebiasaan sederhana di rumah.

Rasa takut terhadap hal baru sebenarnya sangat wajar. Situasi yang asing membuat anak merasa tidak aman dan tidak punya kendali. Akibatnya, ia memilih menghindar.

Sayangnya, jika kebiasaan menghindar terus berlanjut, anak akan kehilangan banyak kesempatan. Karena itu, mari kita bahas tujuh cara yang bisa Smart Parents coba.

1. Hargai Usaha, Bukan Hanya Hasil

Anak yang hanya dipuji saat berhasil cenderung takut mencoba. Baginya, gagal berarti kehilangan penghargaan.

Psikolog Claudia Mueller dan Carol Dweck membuktikan hal ini pada 1998. Anak yang dipuji karena kepintarannya cenderung menghindari soal yang menantang. Sebaliknya, anak yang dipuji karena usahanya justru lebih berani memilih tantangan.

Jadi, ganti “Wah, kamu pintar!” dengan “Ayah lihat kamu terus mencoba walaupun sulit.” Selain itu, tunjukkan bahwa ada banyak cara benar untuk menyelesaikan sesuatu, misalnya puzzle atau karya seni.

2. Buat Toples “Aku Bisa”

Siapkan sebuah toples kosong. Setiap kali anak berhasil menguasai keterampilan baru, tulis di kertas kecil lalu masukkan ke toples. Contohnya, “Aku bisa mengikat tali sepatu” atau “Aku bisa membaca sendiri.”

Saat anak ragu mencoba hal baru, buka toples itu bersama-sama. Lalu, tanyakan, “Dulu kamu sudah bisa ini dari lahir, belum? Bagaimana caranya kamu jadi bisa?” Dengan begitu, anak sadar bahwa semua kemampuannya lahir dari latihan.

3. Tulis Buku Petualangan

Buat buku catatan khusus berisi pengalaman anak saat mencoba hal baru. Misalnya, pertama kali makan sayur baru, pertama kali tampil di depan kelas, atau pertama kali berenang.

Tambahkan foto, gambar, atau tiket kecil sebagai kenang-kenangan. Kemudian, tulis juga betapa serunya pengalaman itu. Kelak, saat anak takut mencoba sesuatu, buka buku ini dan ingatkan semua petualangan seru yang terjadi karena ia berani.

4. Ajukan Pertanyaan yang Tepat

Pertanyaan yang tepat membantu anak melihat rasa takutnya dengan lebih jernih. Coba tanyakan:

  • “Apa yang ingin kamu coba, tapi masih takut? Bagaimana Bunda bisa bantu?”
  • “Menurutmu, berapa lama orang belajar sampai jago main musik?”
  • “Dulu apa yang terasa sulit, tapi sekarang sudah gampang?”

Untuk rasa takut yang lebih besar, ajukan pertanyaan berikut. Apa hal terburuk yang bisa terjadi? Seberapa besar kemungkinannya? Apa yang paling mungkin terjadi? Lalu, apa yang akan kamu katakan kepada teman yang merasa takut seperti ini?

Ingat, jadikan obrolan ini sebagai diskusi, bukan ceramah. Dengarkan kekhawatiran anak lebih dulu.

5. Beri Jeda Saat Anak Kewalahan

Mendorong anak mencoba hal baru memang penting. Namun, jangan sampai kita mendorong terlalu keras. Pengalaman yang buruk justru membuat anak makin takut di kemudian hari.

Karena itu, beri jeda singkat saat anak mulai frustrasi. Misalnya, ajak ia bermain suit, menari satu lagu, atau menyanyikan lagu “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki”. Setelah segar kembali, anak biasanya lebih siap melanjutkan tantangannya.

6. Latihan di Rumah Sebelum Hari H

Situasi sosial yang baru sering membuat anak gugup. Contohnya, hari pertama sekolah atau bertemu guru baru.

Untuk itu, adakan gladi bersih di rumah. Anda bisa berperan sebagai guru, lalu anak berlatih menyapa dan memperkenalkan diri. Anda juga bisa berlatih menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Semakin sering berlatih, semakin akrab anak dengan situasi itu, sehingga rasa takutnya berkurang.

7. Bangun Tangga Keberanian

Cara terakhir ini berasal dari psikolog anak Donna Pincus dalam buku Growing Up Brave. Ia menyarankan orang tua membantu anak menghadapi rasa takut selangkah demi selangkah.

Misalnya, anak takut tampil bernyanyi di acara sekolah. Anak tangga pertama, ia bernyanyi di depan Ayah dan Bunda. Kemudian, ia bernyanyi di depan sepupu. Setelah itu, ia tampil di acara keluarga. Akhirnya, ia siap tampil di sekolah.

Pendekatan bertahap seperti ini juga dipakai para psikolog untuk membantu anak mengatasi kecemasan. Setiap anak tangga yang berhasil ia lewati akan menambah rasa percaya dirinya.

Bantu Anak Berani Mencoba Hal Baru Mulai Minggu Ini

Smart Parents tidak perlu menerapkan ketujuh cara sekaligus. Pilih satu atau dua cara yang paling cocok dengan anak Anda. Lalu, ajak anak memilih satu hal baru yang ingin ia coba minggu ini.

Di Brillikids Leadership School, kami memberi anak banyak kesempatan untuk mencoba, salah, lalu bangkit lagi. Kami percaya pemimpin lahir dari keberanian mencoba, bukan dari rasa takut gagal.

Pada akhirnya, anak berani mencoba hal baru bukan karena ia tidak punya rasa takut. Ia berani karena tahu orang tuanya selalu ada untuk mendukung setiap langkahnya.

Artikel Terkait